Table of Content

Apa Itu Merkuri? Pahami Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasinya

pasirmaya.my.id

Pasir Maya - Media, Merkuri merupakan sebuah zat kimia yang kerap digunakan dalam krim pemutih wajah. Namun, pernahkah anda mencari tahu seperti apa kandungan zat merkuri itu sendiri? Secara kasat mata Merkuri memiliki warna putih (fase cair) atau abu-abu (fase padat) yang dilambangkan dengan simbol kimia (Hg) dimana zat ini kerap kali ditemukan pada sedimen atau kedalaman tertentu pada kerak Bumi.


Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, "merkuri merupakan racun tahan urai yang dapat terakumulasi dalam tubuh serta bisa menyebabkan gangguan kesehatan, seperti kerusakan organ tubuh dan juga kanker.

 

kamu tentu sudah sering mendengar bahwa zat merkuri memiliki efek samping yang sangat berbahaya bagi tubuh. Karena itu, bukan tidak mungkin jika ada orang yang mengalami keracunan disebabkan merkuri, hal ini biasanya terajadi karena merkuri memicu kerusakan organisme lain yang terpapar.


penggunaan zat merkuri dalam produk kosmetik sebenarnya dilarang, namun sayangnya bahan ini masih sering digunakan terutama pada lini produk skincare karena tingginya permintaan pasar akan produk kecantikan "putih instan".


sebelum ramai menjadi senjata kosmetik, Efek "Perusak Organisme" dari merkuri (neurologis) sendiri sudah terkenal sejak lama di amerika sebagai zat konsumsi berbahaya. Administrasi Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengatakan bahwa paparan terlalu banyak merkuri dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan sifat lekas marah.

 

Merkuri juga bisa mengakibatkan masalah gangguan ingatan, mati rasa, rasa malu patologis, dan tremor. Dari sekian kasus keracunan merkuri, terdapat fakta bahwa rata-rata laporan medis dari kasus merkuri dialami pasien yang sudah mengalami keracunan akut. jarang ada orang yang menyadari jika ia telah keracunan oleh merkuri, timbulnya gejala-gejala yang disebabkan oleh merkuri terjadi secara tiba-tiba dan tidak disadari bahkan sudah menjadi tanda toksisitas akut.


Selain itu merkuri juga mengandung senyawa klorida, suatu senyawa yang bisa melepaskan asam klorida. Efeknya tentu bisa menyebabkan pengelupasan pada lapisan epidermis kulit. Merkuri juga bersifat korosif, sehingga penggunan merkuri pada kulit bisa membuat lapisan kulit kita semakin terkikis dan menipis.



Gejala Merkuri

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Listya Paramita, Sp. KK menjelaskan sejumlah tanda-tanda kerusakan kulit yang bisa terjadi akibat penggunaan krim dengan kandungan merkuri. "Tanda-tanda yang muncul tidaklah spesifik, namun memang terkadang tanda-tanda kerusakan itu sering diabaikan dan dianggap sebagai “proses-wajar” atau proses yang perlu dilalui konsumen menuju perubahan ke kulit putih,".

Ciri-ciri kerusakan kulit akibat Merkuri

ciri-ciri wajah terkena merkuri adalah kulit terasa panas, gatal, dan wajah menjadi merah saat terkena paparan sinar matahari.  Kondisi tersebut akibat lapisan kulit terluar yaitu bagian luar yaitu epidermis telah menipis dan kulit tidak mendapat perlindungan dari melanin karena penggunaan merkuri dalam krim pemutih. Demikian penjelasan mengenai apa itu merkuri, bahaya merkuri, dan ciri-ciri wajah terkena merkuri.

Ciri-ciri gangguan organ dalam akibat merkuri

Apabila penggunaan kosmetik bermerkuri tetap dilanjutkan, lanjut Listya, lama-kelamaan akan timbul kerusakan kulit seperti dermatitis, hipo/hiperpigmentasi, baboon syndrome, erythema persisten, hingga gangguan sistemik.


“Ketika digunakan jangka panjang, maka kerusakan atau gangguan itu tidak hanya (terjadi secara) lokal di kulit tetapi bisa sistemik, artinya terserap lebih dalam ke pembuluh darah, merusak organ-organ yang lain,” katanya.


Gangguan sistemik yang dapat muncul antara lain kerusakan ginjal, kerusakan saluran pencernaan, kerusakan bagian otak, hingga gangguan perkembangan janin apabila kosmetik bermerkuri digunakan pada ibu hamil.


Listya mengatakan, keparahan dari efek samping merkuri memiliki tingkatan yang berbeda-beda, bergantung pada konsentrasi, durasi, serta frekuensi penggunaan merkuri pada kulit.


Cara mengatasi kerusakan akibat gejala merkuri

Lakukan tes merkuri darah atau urin sebelum hamil. Kemudian, segera cuci tangan jika Anda merasa telah terpapar merkuri dalam bentuk lain. Penting juga untuk mengelola tumpahan merkuri rumah tangga, seperti dari kerusakan bohlam CFL. Hindari aktivitas dengan risiko paparan merkuri yang diketahui, seperti ekstraksi emas di rumah.


Sementara menghindari paparan merkuri dari produk kosmetik bisa dilakukan dengan mencatat dari mana produk perawatan kulit Anda sebenarnya berasal, menurut Allure. Sebelum membeli, luangkan waktu sebentar untuk melihat detail produk dan mencari tahu persis di mana sebuah produk diproduksi, mengingat tidak semua negara melarang penggunaan merkuri pada produk kecantikan.


Jika mencari produk untuk menargetkan masalah bintik hitam pada kulit, disarankan mencari bahan-bahan ini sebagai gantinya: vitamin C, ekstrak licorice, dan ekstrak murbei.


Karena itu, jika Anda yakin telah membeli produk yang diformulasikan dengan merkuri dalam jumlah berlebihan, buang saja. Kemudian buatlah janji dengan dokter kulit, yang dapat menentukan tindakan yang tepat untuk Anda.


“Kalau gangguannya terbatas pada kulit, biasanya akan ditangani oleh dokter spesialis kulit. Tapi kalau ada gangguan sistemik yang melibatkan organ-organ lain, biasanya akan dirawat bersama dokter spesialis yang lain,” katanya.


Walau pasien bisa mendapatkan perawatan, Listya mengatakan bahwa kerusakan kulit akibat merkuri tidak bisa pulih 100 persen atau sangat sulit untuk diatasi. “Jadi lebih baik dicegah dan jangan gunakan krim-krim bermerkuri karena jelas sudah terbukti berbahaya,” kata Listya.


Terimakasih telah membaca artikel tentang "Apa Itu Merkuri? Pahami Gejala Penyebab Dan Cara Mengatasinya" baca artikel menarik Pasir Maya lainya dan berita terkini hanya di Google News.

Posting Komentar

Berkomentar dengan sopan!!! hindari SARA dan Ujaran Kebencian