Table of Content

Postingan

Macam-macam Wakaf Beserta Syarat dan Rukun Waqaf

Jika kamu termasuk golongan orang yang pemilih dalam aspek investasi, maka pilihan terbaik untuk berinvestasi dalam amal jariah adalah mewakafkan sebagian harta. Karena pada dasarnya wakaf itu dari sisi ptofit investasi pahala lebih banyak secara kuantitif dari padah amal atau shodaqoh yang lain.

berikut PasirMaya akan jelaskan Macam-macam Wakaf Beserta Syarat dan Rukun Waqaf sehingga bisa menjadi invenstasi yang profitabel untuk amal akahirat.

Pengertian Wakaf dan Definisi Wakaf (Waqaf )

Dengan merujuk kepada referensi terpercaya, Adijani al-Alabij, menyatakan bahwa Wakaf menurut Istilah Syarak wakaf adalah “Menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya tanpa menghabiskan atau merusakkan bendanya (ainnya) dan digunakan untuk kebaikan”.

Dalam sebuah buku, Djunaidi dan Al-Asyhar, menyebutkan bahwa wakaf seringkali diartikan sebagai “Asset yang dialokasikan untuk kemanfaatan umat di mana substansi atau pokoknya ditahan”.


Agar pemahaman kita menjadi lebih memadai, berikut ini kutipan Pengertian Wakaf menurut Abdul Aziz Dahlan “Wakaf adalah persoalan pemindahan hak milik yang dimanfaatkan untuk kepentingan umum.”

Menurut istilah, wakaf itu sendiri berarti Menahan Harta yang dapat diambil manfaatnya tanpa musnah seketika dan untuk penggunaan yang mubah, serta dimaksudkan untuk mendapatkan keridhaan Allah.


Abdul Aziz Dahlan menulis bahwa Jumhur ulama, termasuk Imam Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan asy-Syaibani, keduanya ahli fiqih Mahzab Hanafi, mendefinisikan wakaf dengan: 

Menahan tindakan hukum orang yang berwakaf terhadap hartanya yang telah diwakafkan dengan tujuan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umum dan kebajikan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT, sedangkan materinya tetap utuh’.”


Bagaimana dengan status harta yang diwakafkan? Abdul Aziz Dahlan menyatakan, “Jumhur ulama berpendapat bahwa harta yang sudah diwakafkan tidak lagi menjadi milik Wakif dan akadnya bersifat mengikat”. (Catatan: Wakif adalah pewakaf atau orang yang mewakafkan).

Lebih jauh Abdul Aziz Dahlan menyatkan bahwa status wakaf “Telah berubah menjadi milik Allah SWT yang dipergunakan untuk kebajikan bersama, sehingga Wakif tidak boleh lagi bertindak hukum terhadap harta tersebut”.


Apa alasan Jumhur Ulama menyatakan bahwa harta yang diwakafkan tidak lagi menjad milik Wakif dan akadnya mengikat?

Jumhur Ulama mendasarkan kepada hadits Rasulullah SAW yang artinya:

Bahwasannya Umar mempunyai sebidang tanah di Khaibar. Lalu Umar berkata kepada Rasulullah SAW:

Yaa Rasulullah, saya memiliki sebidang tanah di Khaibar dan merupakan harta saya yang paling berharga. Lalu, apa yang dapat saya lakukan terhadap harta itu (apa perintah engkau pada saya)?

Rasulullah SAW menjawab:

jika kamu mau, wakafkan dan sedekahkan harta itu. Lantas Umar menyedekahkan harta itu dengan syarat tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan dan tidak boleh diwariskan. Harta itu diperuntukan bagi fakir-miskin, kaum kerabat untuk memerdekakan budak, untuk tamu dan orang terlantar.

Tidak ada salahnya bila pengelola tanah itu mengambil (hasilnya sekadar untuk kebutuhan hidupnya) dengan cara yang makruf (baik dan wajar) dengan memakannya, bukan dengan menjadikan miliknya

 (HR al-Jamaah / mayoritas ahli hadits).


Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani (muhaddits), hadits tersebut di atas merupakan dasar hukum wakaf yang paling utama karena haditsnya paling shahih di antara hadits-hadits yang membahas tentang wakaf.


Lalu, apa fungsi wakaf? Pada sebuah kesempatan, mantan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Bismas Islam) Prof H Abdul Djamil mengatakan bahwa :

Wakaf di samping sebagai aspek ajaran Islam yang berdimensi spiritual, juga merupakan ajaran yang menekankan pentingnya mewujudkan kemaslahatan. Kemaslahatan yang dimaksud bisa untuk masyarakat terbatas (wakaf dzuri) maupun untuk masyarakat luas (wakaf khairi) yang berkesinambungan.


Untuk menegaskan pendapatnya, Abdul Djamil meminta kita melihat bukti-bukti dalam sejarah yang bisa menunjukkan bahwa wakaf telah berperan memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Aneka kegiatan yang dimaksud adalah seperti: Pembangunan tempat ibadah, tempat penyebaran ilmu, sekolah, pembuatan karya tulis, pengadaan air bersih, dan penyediaan kebutuhan fakir miskin


Dari uraian ringkas di atas, maka bisa disimpulkan bahwa Wakaf adalah salah satu ajaran Islam yang penting. Wakaf memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah dan juga sebagai bagian dari ibadah sosial. 


Jika kamu sangat tertarik dengan wakaf dan ingin mentasarufkan sebagian harta kamu di jalan Wakaf maka tidak ada salahnya untuk menyimak Rukun dan Syarat Wakaf agar terhindar dari ketidak sahannya amalan wakaf.

Rukun Dan Syarat Wakaf

untuk lebih memahami tentang wakaf kita bisa mulai dari rukun serta syarat wakaf.

1. Akad Wakaf

  • Orang merdeka.
  • Harta itu milik sempurna dari orang yang berwakaf.
  • Baligh dan berakal.
  • Cerdas. 

2. Orang yang berwakaf

3. Harta yang diwakafkan

4. Penerima wakaf


Macam Macam Wakaf

Ulama fikih membagi wakaf kepada dua bentuk :

Pertama Wakaf Khairi. Wakaf ini sejak semula diperuntukkan bagi kemaslahatan atau kepentingan umum, sekalipun dalam jangka waktu tertentu, seperti mewakafkan tanah untuk membangun masjid, sekolah, dan Rumah Sakit.

Kedua Wakaf Ahli atau Zurri. Wakaf ini sejak semula ditentukan kepada pribadi tertentu atau sejumlah orang tertentu sekalipun pada akhirnya untuk kemaslahatan atau kepentingan umum, karena apabila penerima wakaf telah wafat maka harta wakaf itu tidak boleh diwarisi oleh ahli waris yang menerima wakaf.


Posting Komentar

Berkomentar dengan sopan!!! hindari SARA dan Ujaran Kebencian